Jakarta, 17 Juni 2026 – Pameran Seni Rupa Nasional bertajuk “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” resmi dibuka di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (17/6). Pameran ini menghadirkan 103 karya dari 81 seniman berbagai daerah di Indonesia sebagai ruang apresiasi seni sekaligus wadah dialog budaya yang mengusung semangat optimisme, kreativitas, dan kebangsaan.
Pembukaan pameran dilakukan oleh Ketua Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia, Marsda TNI (Purn) Suparman Natawikarta, MBA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kualitas karya yang ditampilkan serta berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan pameran seni rupa seperti ini karena memberikan ruang bagi para pelukis untuk terus berkarya dan menunjukkan kreativitasnya kepada masyarakat. Harapan kami, pameran seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik,” ujar Suparman.
Ia juga mengaku terkesan dengan karya-karya yang dipamerkan. “Lukisannya bagus semua. Jadi bingung mau memilih yang mana,” katanya disambut senyum para tamu undangan.
Ketua Panitia, Tri Dira Yofika, SE, menjelaskan bahwa tema “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” dipilih sebagai refleksi atas dinamika bangsa dan dunia yang terus berubah. Menurutnya, harapan dan kreativitas merupakan modal penting dalam membangun masa depan Indonesia.
“Merajut Asa mengandung makna membangun harapan bersama melalui kerja kreatif, dialog budaya, dan penghargaan terhadap keberagaman. Sementara Menghidupkan Kreatif Bangsa merupakan ajakan untuk terus memelihara kreativitas sebagai fondasi pembangunan peradaban yang berakar pada nilai budaya, kemanusiaan, dan kebangsaan,” jelas Tri Dira Yofika.
Pameran yang didukung Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia ini menampilkan beragam karya yang merepresentasikan respons para seniman terhadap isu sosial, lingkungan, budaya, spiritualitas, hingga tantangan kehidupan modern. Melalui berbagai medium dan gaya visual, para seniman menyampaikan gagasan, refleksi, serta harapan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Ketua Yayasan Kartika Art Indonesia mengatakan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan pameran sebelumnya yang digelar di kawasan Springhill Kemayoran pada Oktober tahun lalu. Berbagai diskusi bersama para seniman kemudian melahirkan konsep pameran yang menekankan pentingnya optimisme dan kreativitas dalam menghadapi tantangan zaman.
“Di tengah ketidakpastian global, perkembangan teknologi yang pesat, dan dinamika sosial yang terus bergerak, seni hadir sebagai ruang refleksi sekaligus ruang harapan. Melalui karya-karya yang ditampilkan, para seniman mengajak masyarakat untuk tetap optimistis menatap masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, kekayaan budaya dan keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar bangsa yang perlu terus dijaga. Seni berperan sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain menjadi ajang pameran, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Melalui interaksi tersebut, seni tidak hanya dinikmati sebagai karya estetis, tetapi juga menjadi sarana membangun empati, memperkuat kesadaran budaya, serta melahirkan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi kehidupan bersama.
Pada kesempatan yang sama, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pameran, di antaranya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia, para sponsor, media, komunitas seni, serta seluruh seniman peserta pameran.
“Semoga pameran ini menjadi ruang inspirasi, memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya, serta memperkuat semangat kebangsaan melalui kreativitas yang berakar pada nilai-nilai Indonesia,” ujar perwakilan penyelenggara.
Salah satu peserta pameran, Carsilah, pelukis asal Indramayu, mengaku optimistis karya-karyanya akan mendapat perhatian para kolektor. “Pada pameran sebelumnya saya berhasil menjual 15 lukisan. Kali ini saya berharap bisa menjual lebih banyak karya karena lokasi pameran berada di pusat Jakarta dan memiliki akses yang sangat strategis,” katanya.
Optimisme tersebut didorong oleh tingginya minat pengunjung dan kolektor yang telah menanyakan karya-karya yang dipamerkannya bahkan sebelum pembukaan resmi dilakukan.
FORWAN Indonesia turut menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pameran ini. Menurut Ketua Umum FORWAN, Sutrisno Buyil, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat organisasi dalam mendukung kemajuan seni dan budaya nasional. “FORWAN mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan semangat kami untuk mendorong pemajuan seni Indonesia, sehingga para seniman dapat terus berkarya dan berkembang,” ujarnya.
Pameran Seni Rupa Nasional “Merajut Asa, Menghidupkan Kreatif Bangsa” menjadi bukti bahwa kreativitas dan keberagaman tetap menjadi kekuatan penting dalam perjalanan bangsa. Di tengah berbagai perubahan dunia, seni hadir untuk merawat harapan, memperkuat identitas budaya, dan menghidupkan semangat berkarya demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Pameran ini berlangsung hingga 30 Juni 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan. (AA)
.

Komentar0