TUG8TSd0BUz9TfY5GUWlGUM5BY==

Jambore Nasional PNFI 2026 di Jembrana Perkuat Pendidikan, Film Komunitas, dan Ekosistem Budaya Daerah


Jembrana, Bali:– Jambore Nasional Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) dan Festival Budaya Daerah 2026 yang digelar pada 6–9 Februari 2026 di Kabupaten Jembrana, Bali, berlangsung sukses dan penuh antusiasme. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Nasional Aliansi Pejuang Pendidikan Non-Formal dan Informal (DPN APPNFI) bersama pegiat PNFI Jembrana ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Para peserta terdiri dari pengelola PKBM, LKP, SKB, tokoh pendidikan, pegiat budaya, hingga pelaku ekonomi kreatif daerah. Sebagian peserta hadir melalui jalur darat dan laut dari Ketapang Banyuwangi menuju Jembrana sebagai pintu masuk Bali dari Pulau Jawa.


Penguatan Mutu PNFI dan Komitmen Nasional

Pembukaan berlangsung khidmat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno Jembrana, ditandai dengan laporan Ketua Umum DPN APPNFI, Dr. H. M. Ishaq Maulana, M.Pd, serta deklarasi komitmen peningkatan mutu pendidikan nonformal.

Seminar Nasional menghadirkan Prof. Dr. H. Sucipto, M.S. (Universitas Negeri Malang) dan Dr. H. Syarif Hidayatulloh, S.S., M.Pd (Kanwil Kemenag Provinsi Bali), yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan nonformal sebagai fondasi pembangunan karakter dan literasi masyarakat.

Simposium hari kedua turut menghadirkan Dr. KH. Fathur Rahim Ahmad, M.PdI (Ketua Ikatan Pesantren Indonesia Provinsi Bali) bersama Dr. H. M. Ishaq Maulana, M.Pd, yang menyoroti sinergi pesantren dan PNFI dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.


Film Komunitas sebagai Penggerak Ekosistem Kebudayaan

Salah satu sesi strategis dalam jambore ini adalah Sarasehan dan Workshop Best Practice PNFI yang menghadirkan Drs. Lukman Hakim, M.Pd serta Budi Sumarno dari Lokalfilm.id.

Kehadiran Budi Sumarno dalam kegiatan ini difasilitasi oleh Direktorat Pengembangan Budaya Digital di bawah naungan Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem kebudayaan berbasis digital.

Dalam materinya bertajuk “Mendapatkan Cuan Produksi Film Pendek untuk Tayang di Lokalfilm.id ini adalah sebuah upaya Membangun Ekosistem Film Daerah melalui Pendidikan Nonformal: Produksi, Distribusi, dan Keberlanjutan,” Budi Sumarno menegaskan bahwa film pendek berbasis komunitas dapat menjadi media pembelajaran kontekstual sekaligus instrumen strategis dalam membangun identitas budaya lokal.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga PNFI dan komunitas film daerah agar mampu melahirkan karya edukatif yang memiliki nilai distribusi digital dan keberlanjutan ekonomi kreatif.

Pameran UMKM dan Inovasi Daerah

Jambore ini turut diramaikan dengan Pameran UMKM dari berbagai daerah yang dibawa langsung oleh para peserta. Produk yang dipamerkan meliputi kerajinan tangan, kuliner khas daerah, produk kreatif berbasis budaya, serta hasil karya warga belajar PKBM.

Pameran tersebut menunjukkan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta diajak mengunjungi sentra souvenir Krisna untuk melihat praktik industri oleh-oleh khas Bali sebagai bagian dari pembelajaran ekonomi kreatif berbasis budaya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara simbolis di Pantai Sanur, Denpasar, dalam suasana kebersamaan yang hangat di tepi laut. Penutupan ini menjadi simbol harmonisasi antara pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata sebagai satu kesatuan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Jambore Nasional PNFI dan Festival Budaya Daerah 2026 menjadi momentum konsolidasi nasional dalam memperkuat pendidikan nonformal sebagai fondasi pembangunan manusia sekaligus penggerak ekosistem kebudayaan dan industri kreatif daerah.

Ketua Panitia Sishadi, S.Pd berharap pada tahun 2027 kegiatan ini dapat terselenggara lebih meriah dengan partisipasi yang lebih luas dan program yang semakin inovatif dalam mendukung sinergi pendidikan, budaya, dan transformasi digital di Indonesia.

Komentar0

Type above and press Enter to search.