Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa seni budaya Islam merupakan bagian penting dari khazanah kebudayaan nasional yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan peradaban bangsa Indonesia.
“Seni budaya Islam memiliki kekayaan luar biasa yang tersebar di berbagai daerah. Mulai dari sastra, musik, kaligrafi, hingga seni pertunjukan yang sarat nilai spiritual dan peradaban. Pengurus HSBI perlu lebih aktif menggali dan mempublikasikannya,” ujar Fadli Zon.
Menurutnya, dokumentasi dan publikasi menjadi langkah strategis agar warisan budaya tersebut tidak hanya dikenal di lingkungan terbatas, tetapi juga menjangkau generasi muda melalui berbagai media modern seperti platform digital, film dokumenter, buku, dan pertunjukan seni.
Suasana kebersamaan dalam acara tersebut semakin terasa hangat ketika sejumlah tokoh seni dan budaya turut tampil. Penyair senior Taufik Ismail yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina HSBI membacakan puisi bernuansa spiritual dan kebangsaan. Sementara itu, seniman dan penyanyi Neno Warisman menghadirkan penampilan seni yang menghidupkan suasana malam kebudayaan.
Beberapa tokoh lain juga turut meramaikan panggung seni, di antaranya Sekretaris Jenderal HSBI Abrori Djabbar, Ketua Bidang Musik HSBI Uyung Mahagenta, serta budayawan Ali Sun Guen yang menampilkan berbagai ekspresi seni budaya Islam.
Pertemuan lintas organisasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku seni budaya Islam di Indonesia. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus digelar guna memperluas ruang apresiasi sekaligus mendorong lahirnya karya-karya seni budaya Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui penguatan dokumentasi, publikasi, dan kolaborasi antar komunitas seni, kekayaan seni budaya Islam Indonesia diharapkan semakin dikenal luas, dihargai, serta berkontribusi dalam pembangunan kebudayaan nasional. (AA)
Komentar0