Dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan pun, mulai menjadi petaka yang nyata bagi dunia, termasuk ancaman krisis bagi Indonesia. Alih-alih menciptakan perdamaian, AS dan Israel telah menyulut perang dan penderitaan bagi seluruh umat manusia.
Di tengah kecamuk ini, Indonesia berduka sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, yang sedang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Darah putra terbaik bangsa telah tumpah akibat serangan keji Israel, dan ini alarm keras bagi kedaulatan Indonesia.
PANDANGAN STRATEGIS PARTAI MASYUMI
Menyikapi situasi tersebut, Partai Masyumi menyampaikan pandangan dan prinsip-prinsip yang harus dapat mengakhiri perang dan penciptakan perdamaian abadi di dunia:
Prinsip Kemanusiaan dan Keberpihakan pada yang Dijajah
Partai Masyumi memegang teguh prinsip bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Maka, sebagai bangsa yang lahir dari perlawanan terhadap penjajahan, Indonesia wajib berdiri tegak membela kedaulatan negara yang dijajah, dan ini merupakan wujud kesetiaan pada mandat konstitusi dasar UUD 1945, Republik Indonesia.
Karena itu Palestina dan Iran
sebagai negara yang mendapat perlakukan penyerangan dari Amerika dan Israel,
harus dibela dan dilindungi. Kedaulatan Palestina dan Iran adalah harga mati
yang harus dihargai dan diwujudkan sebagai manifestasi Piagam PBB. Perdamaian
sejati hanya tegak di atas pengakuan hakiki bagi bangsa yang dirampas
kemerdekaannya.
Penegakan Hukum Internasional dan Anti-Impunitas
Partai Masyumi memandang bahwa agresi militer Amerika Serikat dan Israel yang menyasar nyawa rakyat dan pemimpin negara berdaulat Palestina dan Iran adalah kejahatan luar biasa. Tindakan ini meruntuhkan moral kemanusiaan dan berdampak buruk terhadap tatanan global, dan ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa konsekuensi hukum yang tegas.
Dunia harus mengakhiri era
impunitas dan standar ganda yang hanya menguntungkan pihak yang kuat.Maka hukum
internasional wajib ditegakkan secara adil untuk menghukum para pelanggar
kedaulatan ke pengadilan Internasional, guna memulihkan martabat peradaban
manusia. PBB dalam hal ini harus kuat menegakkan hukum internasional sesuai
mandat anggota bagi terciptanya perdamaian abadi.
Akhiri Hegemoni dan Tarik Mundur Pasukan AS
Partai Masyumi memandang, bahwa hegemoni Amerika Serikat dan provokasi Israel di Kawasan Timur Tengah adalah akar utama ketidakstabilan yang sudah menahun. Ketimpangan ini harus diakhiri dengan mengembalikan kedaulatan kawasan kepada bangsa-bangsa yang menjadi pemilik sah wilayah tersebut tanpa campur tangan asing.
Maka AS harus segera angkat kaki dari Timur Tengah dan membongkar seluruh pangkalan militernya yang menjadi instrumen penjajahan modern. Tanpa kehadiran militer asing, kawasan ini akan menemukan titik keseimbangan alaminya menuju perdamaian yang mandiri. Dan Israel harus berhenti menyerang dan berhenti pula menjadi poxy bagi kepentingan AS.
Penghapusan Sanksi dan Hak Kedaulatan Iran
Partai Masyumi meyakini bahwa Iran adalah negara berdaulat yang memiliki hak mutlak untuk tumbuh dan mengembangkan potensi nasionalnya secara bebas. Upaya pelumpuhan Iran melalui sanksi sepihak adalah bentuk penindasan yang mencederai prinsip kesetaraan antar negara di mata dunia. Maka seluruh embargo terhadap Iran harus dihapuskan karena merupakan alat perang ekonomi yang tidak manusiawi dan ilegal. Penghapusan sanksi ini akan memulihkan ketahanan kawasan dan membuka ruang bagi Iran untuk berkontribusi bagi kemajuan peradaban kemanusiaan global.
Perkasakan OIC sebagai Penyeimbang Global
Partai Masyumi berkeyakinan bahwa persaudaraan Dunia Muslim (negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim) adalah kekuatan geopolitik raksasa yang harus segera dikonsolidasikan dalam wadah OIC, Organisation of Islamic Cooperation, agar lebih berdaya. Indonesia harus memimpin transformasi organisasi tersebut, dari sekadar forum retorika menjadi blok kekuatan kolektif yang disegani.
Maka konsolidasi persaudaraan tersebut mendesak dilakukan agar hubungan bilateral dan multilateral antarnegara Muslim, bisa berlangsung aman dari sabotase luar. Kekuatan ekonomi dan pertahanan yang terpadu akan menjadi benteng bagi umat Islam dalam menghadapi tekanan hegemoni global.
Diplomasi Berdaulat dan Penegakan Hukum Global
Partai Masyumi meyakini bahwa Indonesia harus mendukung penuh setiap upaya penegakan hukum internasional yang berintegritas dan bebas dari kepentingan sempit blok tertentu. Diplomasi Indonesia adalah diplomasi yang “bebas-aktif”, bergerak membela kebenaran dan keadilan di tengah banjirnya informasi dan kebohongan pusat hegemoni.
Maka hubungan internasional Indonesia, harus dijalankan secara merdeka untuk memperkokoh posisi tawar bangsa di kancah global. Dengan menjalin kemitraan yang setara dan bermartabat (simetris), Indonesia akan tampil sebagai penyeimbang yang vokal untuk membela kedaulatan bangsa-bangsa yang tertindas.
TUNTUTAN TEGAS PARTAI MASYUMI
Berdasarkan prinsip-prinsip kedaulatan dan kemanusiaan tersebut, Partai Masyumi mengajukan tuntutan sebagai berikut:
1. Partai Masyumi menyampaikan duka dan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon karena serangan keji Israel di Lebanon, dan mengharapkan pemerintah memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
2. Partai Masyumi meminta Pemerintah Indonesia melakukan desakan diplomasi di Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menyerukan kepada AS-Israel menghentikan agresinya, menarik mundur pangkalan militernya dari kawasan Timur Tengah, menghukum keduanya atas kejahatan perangnya, dan menerima Palestina sebagai anggota penuh PBB, sebagai negara yang berdaulat tanpa intimidasi dan agresi.
3. Sebagai tekanan diplomatis bagi Amerika dan Israel, Partai Masyumi meminta Pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP), karena keanggotan di situ tidak akan efektif menjadi jalan bagi kemerdekaan Palestina. Alih-alih membangun Gaza, Amerika (dan Israel) malah melakukan agresi ke Iran secara brutal yang menyebabkan eskalasi perang dunia.
4. Partai Masyumi meminta Pemerintah Indonesia melakukan diplomasi dan konsolidasi Dunia Muslim (Organisation of Islamic Cooperation), baik yang di kawasan Timur Tengah, untuk memperkuat aliansi strategis bagi kerjasama pertahanan dan pembangunan di negara-negara Muslim.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Partai Masyumi akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berada pada rel konstitusi yang benar dan tidak terjebak dalam pragmatisme politik internasional yang mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
Dr. Ahmad Yani, SH.,
Ketua Umum
MH Samsudin Dayan, SH., M.Si
Sekretaris Jenderal

Komentar0